Berubahnya temperatur udara kota seringkali dipandang sebagai fenomena pemanasan
global seperti polusi gas rumah kaca di kota. Aspek fisik bangunan seperti bentuk dan
orientasi bangunan, tidak pernah diperhitungkan sebagai penyebab naiknya
temperatur udara kota. Orientasi bangunan sebagai salah satu aspek bentuk bangunan
dianggap berpengaruh hanya pada kenyamanan termal ruang dalam bangunan saja.
Selain itu orientasi bangunan lebih diatur oleh struktur jalan dan kondisi topografi
atau faktor lain seperti ekonomi yang dianggap lebih menentukan.
Orientasi bangunan selalu dikaitkan dengan kenyamanan thermal dan penggunaan
energi bangunan. Orientasi bangunan Timur–Barat pada penelitian ini berarti sisi
bangunan yang terbesar menghadap Timur dan Barat. Hal ini berakibat kedua sisi
tersebut mendapat radiasi matahari pagi dan sore yang relatif berpotensi memanaskan
ruang-ruang di dalamnya dan menimbulkan ketidaknyamanan thermal. Pengguna
bangunan dapat terganggu dan membutuhkan berbagai asesoris bangunan seperti
pembayang matahari dan pengkondisisan udara buatan agar dapat menggunakan
ruang tersebut dengan baik. Berbeda dengan bangunan yang berorientasi Utara dan
Selatan, bangunan tidak mendapatkan radiasi matahari sebesar sisi Timur dan Barat,
sehingga ruang-ruang yang menghadap Utara dan Selatan lebih nyaman untuk
digunakan dan tidak membutuhkan pembayang matahari yang besar atau
pengkondisian udara buatan.
Orientasi bangunan ini merupakan salah satu aspek dalam penataan bangunan yang
harus dipertimbangkan dengan baik tetapi seringkali kondisinya memaksakan
bangunan tersebut beorientasi Timur dan Barat. Beberapa aspek yang memaksa
bangunan berorientasi Timur dan Barat adalah struktur jalan, harga tanah, topografi
atau aspek lainnya. Penelitian ini berusaha membahas pengaruh orientasi bangunan
pada suatu kawasan terhadap temperatur udara kawasan, hal ini terkait dengan
karakteristik sudut datang horisontal dan vertikal radiasi matahari di daerah
katulistiwa sepanjang tahun pada pagi dan sore dominan dari arah Timur dan Barat.
Terlebih lagi sebagai daerah tropis, memiliki lingkungan yang panas hampir
sepanjang tahun.
Senin, 25 Oktober 2010
Rabu, 02 Juni 2010
BUKAAN RUANG
Tidak ada kontinuitas ruang maupun visual yang mungkin terjadi dengan ruang-ruang di sekitarnya tanpa adanya bukaan pada bidang-bidang penutup suatu daerah ruang.
Pintu-pintu memberikan jalan masuk dalam ruang dan menentukan pola gerak serta penggunaan ruang di dalamnya.
Jendela-jendela memasukan cah
aya ke dalam nuang, menawarkan pemandangan ke arah luar, memangun huungan visual antara suatu ruang dengan nuang-ruang yang bendekatan, serta membenikan ventilasi alamiah dalam ruangan.
Bukaan yang ideal akan membawa udara segar yang ada di lingkungan sekitar masuk ke dalam. Udara panas di dalam pun tergantikan hingga membentuk sirkulasi. Bukaan membuat ruang “bernafas”. Yang patut diperhatikan adalah proses aliran udara. Bagaimana tekanan udara membuat udara mengalir ke atas. Untuk itu buatlah bukaan silang, baik saling berhadapan atau beda ketinggian. Untuk bukaan pada bagian bawah dinding, biasa difungsikan untuk mengalirkan udara segar dari luar. Sedangkan ventilasi di atas untuk membuang keluar udara panas. Dengan begitu sirkulasi udara tidak terhambat.
Pintu-pintu memberikan jalan masuk dalam ruang dan menentukan pola gerak serta penggunaan ruang di dalamnya.
Jendela-jendela memasukan cah
aya ke dalam nuang, menawarkan pemandangan ke arah luar, memangun huungan visual antara suatu ruang dengan nuang-ruang yang bendekatan, serta membenikan ventilasi alamiah dalam ruangan.Bukaan yang ideal akan membawa udara segar yang ada di lingkungan sekitar masuk ke dalam. Udara panas di dalam pun tergantikan hingga membentuk sirkulasi. Bukaan membuat ruang “bernafas”. Yang patut diperhatikan adalah proses aliran udara. Bagaimana tekanan udara membuat udara mengalir ke atas. Untuk itu buatlah bukaan silang, baik saling berhadapan atau beda ketinggian. Untuk bukaan pada bagian bawah dinding, biasa difungsikan untuk mengalirkan udara segar dari luar. Sedangkan ventilasi di atas untuk membuang keluar udara panas. Dengan begitu sirkulasi udara tidak terhambat.
Selasa, 01 Juni 2010
PENGERTIAN RUANG
Pengertian Ruang
Pengertian ruang atau space berasal dari bahasa Latin spatium yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional. Kata oikos dalam bahasa Yunani yang berarti pejal, massa dan volume, dekat dengan pengertian ruang dalam arsitektur, sama halnya dengan kata oikos yang berarti ruangan (room).
Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.

3 macam Ruang dalam Arsitektur.

.

Pengertian ruang atau space berasal dari bahasa Latin spatium yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional. Kata oikos dalam bahasa Yunani yang berarti pejal, massa dan volume, dekat dengan pengertian ruang dalam arsitektur, sama halnya dengan kata oikos yang berarti ruangan (room).
Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.

3 macam Ruang dalam Arsitektur.
- Ruang Dalam berfungsi sebagai ruang interior berada dalm bermacam skala baik mikro (misalnya kamar mandi) atauaupun makro (misalnya mall).


- Ruang Luar, ruang eksterior sering disamakan dengan ruang luar. namun, ruang luar bersifat ambigu. ruang yang berada diluar bangunan sering dianggap ruang luar. misalny
.

- Ruang Antara kebanyakan ruang luar dalam lingkungan kota sebetulnya bersifat ruang antar, karena pada makro (kota). contoh jalan dan halaman sebagai ruang antara yang berada di luar, namun berkesan di dalam

Sabtu, 29 Mei 2010
Selasa, 20 April 2010
ORGANISASI RUANG
Berikut ini adalah beberapa jenis organisasi ruang:
a. organisasi terpusat
Sebuah ruang dominan terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder.
b. organisasi linier
merupakan urutan yang berulang pada satu garis
c. organisasi radial.
Merupakan sebuah ruang pusat yang menjadi acuan ruang linier
Menurut arah jari-jari
d. organisasi cluster
merupakan kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan.
memanfaatkan satu ciri atau hubungan visual
e. organisasi grid
merupakan ruang yang berada dalam daerah grid atau struktur.
Ini adalah salah satu contoh organisasi radial. yaitu dengan memadukan unsur-unsur organisasi terpusat dan organisasi linear. organisasi ini terdiri dari ruang terpusat yang dominan dimana sejumlah organisasi linear berkembang menurut arah jai"nya.
a. organisasi terpusat
Sebuah ruang dominan terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder.
b. organisasi linier
merupakan urutan yang berulang pada satu garis
c. organisasi radial.
Merupakan sebuah ruang pusat yang menjadi acuan ruang linier
Menurut arah jari-jari
d. organisasi cluster
merupakan kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan.
memanfaatkan satu ciri atau hubungan visual
e. organisasi grid
merupakan ruang yang berada dalam daerah grid atau struktur.
Ini adalah salah satu contoh organisasi radial. yaitu dengan memadukan unsur-unsur organisasi terpusat dan organisasi linear. organisasi ini terdiri dari ruang terpusat yang dominan dimana sejumlah organisasi linear berkembang menurut arah jai"nya.
PENGGABUNGAN ANTAR BENTUK DAN PERUBAHAN BENTUK
PENGGABUNGAN ANTAR BENTUK
Apabila dua buah bentuk yang berbeda geometri atau berlawanan orintasi saling menembus batas masing-masing, maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan dominasi secara visual. Penggabungan bentuk ialah “ penayatuan dua atau lebih jenis bentukdan bisa terjadi pada bentukkan yang sama ataupun bentuk yang berbeda”.
Berikut ini adalah beberapa contoh bangunan yang terdiri atas penggab
ungan beberap
a
bentuk.
PERUBAHAN BENTUK
Semua bentuk dapat dipahami sebagai hasil dari perubahan benda.
Melalui variasi-variasi yang timbul akibat manipulasi dimensi atau akibat penambahan maupun pengurangan elemen-elemennya.

perubahan dimensi.

perubahan dengan penambahan.
perubahan dengan
pengurangan.
Apabila dua buah bentuk yang berbeda geometri atau berlawanan orintasi saling menembus batas masing-masing, maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan dominasi secara visual. Penggabungan bentuk ialah “ penayatuan dua atau lebih jenis bentukdan bisa terjadi pada bentukkan yang sama ataupun bentuk yang berbeda”.
Berikut ini adalah beberapa contoh bangunan yang terdiri atas penggab
ungan beberap
a
bentuk.PERUBAHAN BENTUK
Semua bentuk dapat dipahami sebagai hasil dari perubahan benda.
Melalui variasi-variasi yang timbul akibat manipulasi dimensi atau akibat penambahan maupun pengurangan elemen-elemennya.
perubahan dimensi.

perubahan dengan penambahan.
perubahan denganpengurangan.
Senin, 19 April 2010
HUBUNGAN RUANG DAN SIRKULASI RUANG
HUBUNGAN RUANG
Di dalam jenis hubungan ruang ini, ruang yang lebih besar berfungsi sebagai suatu daerah tiga dimensi untuk ruang kecil didalamnya.
Ruang yang didalm dapat juga berbeda bentuk dengan ruang pelingkupnya untuk memperkuat kesan sebagai volume yang mandiri. Perlawanan bentuk ini dapat menunjukkan suatu perbedaan fungsional antara kedua ruang atau melambangkan kepentingan ruang yang berada di dalam.
contoh:

Suatu hubungan ruang yang saling berkaitan dihasilkan dari overlapping dua daerah ruang dan membentuk suatu daerah ruang bersama.
contoh:

Bersebelahan adalah jenis pola hubungan ruang yang paling umum. Hal tersebut memungkinkan definisi yang jelas dan untuk fungsi masing-masing ruang menjadi jelas terhadap fungsi dan persyaratan simbolisnya. Tingkat kontinuitas visual maupun ruang yang terjadi antara dua ruang yang berdekatan akan tergantung pada sifat alami bidang yang memisahkan sekaligus menghubungkan keduanya.

Dua buah ruang yang terpisah oleh jarak dapat dihubungkan atau dikaitkan satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang perantara. Hubungan visual dan hubungan keruangan antara kedua ruang tergantung pada sifat ruang ketiga digunakan bersama-sama. Ruang perantara yang cukup besar, dapat menjadi ruang yang dominan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dan mampu mengorganisir sejumlah ruang yang terkait.
contoh:

SIRKULASI RUANG

Sebuah bangunan merupakan bagian yang integral dengan lingkungannya. Hubungan sirkulasi bangunan dengan lingkungan eksteriornya dapat dibagi 2 jenis yaitu pencapaian ke bangunan dan jalan masuk (entrance) ke dalam bangunan.
gambar disamping merupakan salah satu contoh sirkulasi pencapaian ke bangunan yang tersamar. Pendekatan tersamar meningkatkan efek perspektif pada fasad dan bentuk bangunan. Jalur dapat diubah arahnya satu atau beberapa kali untuk menghambat dan memperpanjang urutan pencapaian
- Ruang di dalam ruang
Di dalam jenis hubungan ruang ini, ruang yang lebih besar berfungsi sebagai suatu daerah tiga dimensi untuk ruang kecil didalamnya.
Ruang yang didalm dapat juga berbeda bentuk dengan ruang pelingkupnya untuk memperkuat kesan sebagai volume yang mandiri. Perlawanan bentuk ini dapat menunjukkan suatu perbedaan fungsional antara kedua ruang atau melambangkan kepentingan ruang yang berada di dalam.
contoh:

- Ruang-ruang yang saling berkaitan
Suatu hubungan ruang yang saling berkaitan dihasilkan dari overlapping dua daerah ruang dan membentuk suatu daerah ruang bersama.
contoh:

- Ruang yang bersebelahan
Bersebelahan adalah jenis pola hubungan ruang yang paling umum. Hal tersebut memungkinkan definisi yang jelas dan untuk fungsi masing-masing ruang menjadi jelas terhadap fungsi dan persyaratan simbolisnya. Tingkat kontinuitas visual maupun ruang yang terjadi antara dua ruang yang berdekatan akan tergantung pada sifat alami bidang yang memisahkan sekaligus menghubungkan keduanya.

- Ruang yang dihubungkan oleh sebuah ruang bersama
Dua buah ruang yang terpisah oleh jarak dapat dihubungkan atau dikaitkan satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang perantara. Hubungan visual dan hubungan keruangan antara kedua ruang tergantung pada sifat ruang ketiga digunakan bersama-sama. Ruang perantara yang cukup besar, dapat menjadi ruang yang dominan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dan mampu mengorganisir sejumlah ruang yang terkait.
contoh:

SIRKULASI RUANG

Sebuah bangunan merupakan bagian yang integral dengan lingkungannya. Hubungan sirkulasi bangunan dengan lingkungan eksteriornya dapat dibagi 2 jenis yaitu pencapaian ke bangunan dan jalan masuk (entrance) ke dalam bangunan.- Pencapaian ke bangunan.
gambar disamping merupakan salah satu contoh sirkulasi pencapaian ke bangunan yang tersamar. Pendekatan tersamar meningkatkan efek perspektif pada fasad dan bentuk bangunan. Jalur dapat diubah arahnya satu atau beberapa kali untuk menghambat dan memperpanjang urutan pencapaian- Jalan masuk ke dalam bangunan.
Kegiatan memasuki ruang pada dasarnya bukan sekedar membuat lubang di dinding. Untuk memasuki sebuah bangunan atau sebuah ruang dalam bangunan akan melibatkan kegiatan menemus bidang vertikal yang memisahkan sebuah ruang dengan Iainnya.
Tanpa mengabaikan bentuk ruang yang dimasuki atau bentuk pelingkup ruangnya, jalan masuk ke dalam ruang paling baik ditandai dengan mendirikan sebuah bidang nyata atau tersamar yang tegak lurus pada jalur pencapaian
Langganan:
Postingan (Atom)

