Rabu, 16 Februari 2011

GLOBALISASI

Pengertian Globalisasi

Globalisasi merupakan kecenderungan masyarakat untuk menyatu dengan dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan media komunikasi massa. Selain itu, para cendekiawan Barat mengatakan bahwa globalisasi merupakan suatu proses kehidupan yang serba luas, tidak terbatas, dan merangkum segala aspek kehidupan, seperti politik, sosial, dan ekonomi yang dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia. Globalisasi pada hakikatnya adalah proses yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan yang dampaknya berkelanjutan melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan. Mengingat bahwa dunia ditandai oleh kema jemukan (pluralitas) budaya maka globalisasi sebagai prosesjuga ditandai sebagai suatu peristiwa yang terjadi di seluruh dunia secara lintas budaya yang sekaligus mewujudkan proses saling memengaruhi antarbudaya. Pertemuan antarbudaya itu tidak selalu berlangsung sebagai proses dua arah yang berimbang, tetapi dapat juga sebagai proses dominasi budaya yang satu terhadap lainnya. Misalnya pengaruh budaya Barat lebih kuat terhadap budaya di negara Timur.

Penyebab Globalisasi

Budaya dan ekonomi adalah faktor penyebab globalisasi. Budaya akan mudah diterima ketika terjadi interaksi antara dua negara atau lebih. Tanpa disadari kemudian saling bertukar budaya dan pada gilirannya batas-batas perbedaan budaya dalam bentuk negara akan semakin terkikis.

Ekonomi manjadi faktor globalisasi karena kebutuhan tiap negara untuk memakmurkan rakyatnya ditempuh melalui kerja sama ekonomi dalam segala bidang. Lagi-lagi hal ini menjadi penyebab semakin terkikisnya jarak dan waktu antara negara untuk berkomunikasi.

Dampak Globalisasi
globalisai mempunyai beberapa dampak dalam berbagai bidang yaitu:
  • bidang ekonomi yaitu seperti Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, WTO.
  • bidang sosial budaya, Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.
  • bidang poliik, Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan kebebasan ).

Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2. Mudah melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan

Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh h
al yang berbau barat

Senin, 08 November 2010

Pengaruh Tugas Arsitektur Terhadap Lingkungan

Istilah Arsitektur sering dipakai, namun jarang ada orang (khususnya para ahli) yang memakai secara sama. di kamus istilah tersebut disamakan dengan "seni bangunan". walaupun demikian, istialah "arsitektur bermakna lebih luas. pada hakikatnya, arsitektur adalah sintetis tiga lingkungan dasar yaitu seni (estetika), pertukangan (keterampilan), dan ilmu teknik (pengetahuan). oleh sebab itu, bidang arsitektur bersifat interdisipliner yang melibatkan banyak bidang lain, termasuk hubungan arsitektur terhadap lingkungan.

Sebagai seorang (calon ^-^) arsitektur, kita harus memandang subjektif terhadap lingkungan. maksudnya begini, jika kita membangun sebuah bangunan, bukannya “lingkungan” yang menyesuaikan bangunan yang kita inginkan, tetapi bangunan yang kita inginkanlah yang harus menyesuaikan lingkungan alias tapaknya. selain itu, kita juga harus memahami, mempelajari tentang lingkungan, karena itu mempunyai dampak penting terhadap semua aspek, misalnya dalam perencanaan sebuah bangunan ada beberapa kriteria yang harus kita perhatikan dampaknya terhadap lingkungan, seperti:
mempertimbangkan bahwa bangunan yang kita rencanakan tidak menimbulkan masalah lingkungan dan membutuhkan energi sesedikit mungkin (hemat energi). atau, menciptakan kawasan penghijauan diantara kawasan pembanguna sebagai paru-paru hijau. dan sebagainya.

Ada beberapa kejadian yang dapat kita pelajari akibat kurangnya pemahaman seorang arsitektur terhadap lingkungan. misalnya yang baru-baru ini terjadi, kasus amblesnya JL RE Martadinata sejauh 7 meter pada tanggal 12 september 2010. padahal jalan ini baru di beton setahun yang lalu. jika ditanya apa penyebabnya? pertanyaan ini tepat diajukan oleh kontraktornya (baca: arsitektur). setelah di telusuri, diketahui bahwa amblesnya jalan tersebut karna adanya gerusan air kali pada tanah yang menopang badan jalan yang terbuat dari beton. Dampaknya, daya dukung tanah penopang jalan turun dan badan jalan mudah ambrol. jadi intinya, sebagai seorang arsitektur kita sebelum merencanakan membangun sebuah bangunan harus memperhatikan juga dampak-dampak hasil pembangunan kita terhadap lingkungan sekitar agar tidak membahayakan sekitar.

Senin, 25 Oktober 2010

Pengaruh Bangunan Terhadap Lingkungan

Berubahnya temperatur udara kota seringkali dipandang sebagai fenomena pemanasan
global seperti polusi gas rumah kaca di kota. Aspek fisik bangunan seperti bentuk dan
orientasi bangunan, tidak pernah diperhitungkan sebagai penyebab naiknya
temperatur udara kota. Orientasi bangunan sebagai salah satu aspek bentuk bangunan
dianggap berpengaruh hanya pada kenyamanan termal ruang dalam bangunan saja.
Selain itu orientasi bangunan lebih diatur oleh struktur jalan dan kondisi topografi
atau faktor lain seperti ekonomi yang dianggap lebih menentukan.

Orientasi bangunan selalu dikaitkan dengan kenyamanan thermal dan penggunaan
energi bangunan. Orientasi bangunan Timur–Barat pada penelitian ini berarti sisi
bangunan yang terbesar menghadap Timur dan Barat. Hal ini berakibat kedua sisi
tersebut mendapat radiasi matahari pagi dan sore yang relatif berpotensi memanaskan
ruang-ruang di dalamnya dan menimbulkan ketidaknyamanan thermal. Pengguna
bangunan dapat terganggu dan membutuhkan berbagai asesoris bangunan seperti
pembayang matahari dan pengkondisisan udara buatan agar dapat menggunakan
ruang tersebut dengan baik. Berbeda dengan bangunan yang berorientasi Utara dan
Selatan, bangunan tidak mendapatkan radiasi matahari sebesar sisi Timur dan Barat,
sehingga ruang-ruang yang menghadap Utara dan Selatan lebih nyaman untuk
digunakan dan tidak membutuhkan pembayang matahari yang besar atau
pengkondisian udara buatan.

Orientasi bangunan ini merupakan salah satu aspek dalam penataan bangunan yang
harus dipertimbangkan dengan baik tetapi seringkali kondisinya memaksakan
bangunan tersebut beorientasi Timur dan Barat. Beberapa aspek yang memaksa
bangunan berorientasi Timur dan Barat adalah struktur jalan, harga tanah, topografi
atau aspek lainnya. Penelitian ini berusaha membahas pengaruh orientasi bangunan
pada suatu kawasan terhadap temperatur udara kawasan, hal ini terkait dengan
karakteristik sudut datang horisontal dan vertikal radiasi matahari di daerah
katulistiwa sepanjang tahun pada pagi dan sore dominan dari arah Timur dan Barat.
Terlebih lagi sebagai daerah tropis, memiliki lingkungan yang panas hampir
sepanjang tahun.

Rabu, 02 Juni 2010

BUKAAN RUANG

Tidak ada kontinuitas ruang maupun visual yang mungkin terjadi dengan ruang-ruang di sekitarnya tanpa adanya bukaan pada bidang-bidang penutup suatu daerah ruang.

Pintu-pintu memberikan jalan masuk dalam ruang dan menentukan pola gerak serta penggunaan ruang di dalamnya.








Jendela-jendela memasukan cahaya ke dalam nuang, menawarkan pemandangan ke arah luar, memangun huungan visual antara suatu ruang dengan nuang-ruang yang bendekatan, serta membenikan ventilasi alamiah dalam ruangan.






Bukaan yang ideal akan membawa udara segar yang ada di lingkungan sekitar masuk ke dalam. Udara panas di dalam pun tergantikan hingga membentuk sirkulasi. Bukaan membuat ruang “bernafas”. Yang patut diperhatikan adalah proses aliran udara. Bagaimana tekanan udara membuat udara mengalir ke atas. Untuk itu buatlah bukaan silang, baik saling berhadapan atau beda ketinggian. Untuk bukaan pada bagian bawah dinding, biasa difungsikan untuk mengalirkan udara segar dari luar. Sedangkan ventilasi di atas untuk membuang keluar udara panas. Dengan begitu sirkulasi udara tidak terhambat.

Selasa, 01 Juni 2010

PENGERTIAN RUANG

Pengertian Ruang

Pengertian ruang atau space berasal dari bahasa Latin spatium yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional. Kata oikos dalam bahasa Yunani yang berarti pejal, massa dan volume, dekat dengan pengertian ruang dalam arsitektur, sama halnya dengan kata oikos yang berarti ruangan (room).
Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.

















3 macam Ruang dalam Arsitektur.
  • Ruang Dalam berfungsi sebagai ruang interior berada dalm bermacam skala baik mikro (misalnya kamar mandi) atauaupun makro (misalnya mall).










  • Ruang Luar, ruang eksterior sering disamakan dengan ruang luar. namun, ruang luar bersifat ambigu. ruang yang berada diluar bangunan sering dianggap ruang luar. misalny

.











  • Ruang Antara kebanyakan ruang luar dalam lingkungan kota sebetulnya bersifat ruang antar, karena pada makro (kota). contoh jalan dan halaman sebagai ruang antara yang berada di luar, namun berkesan di dalam